Green architecture pada dasarnya merupakan upaya
penyelamatan lingkungan dengan arsitektur yang efisien dan efektif. Hal ini hendaknya jangan asal dipahami sekedar menghijaukan, tapi juga bagaimana melakukan perawatan vegetasi. Jika pertimbangan suatu upaya justru dinilai merusak lingkungan dan tidak efisien, sebaiknya jangan
digunakan. Misalnya, kasus pengadaan roof garden di bangunan bertingkat tinggi dengan tujuan 'menghijaukan' bangunan tersebut. Untuk menyiram pohon di lantai 20, tentu dibutuhkan sistem drainase dan
pompa listrik. Membutuhkan listrik? Bukankah kenyataannya suatu bangunan hendaknya menghemat (efektif dan esisien) energi seminim mungkin, termasuk listrik?
Sehingga,
green architecture justru dinilai lebih efektif pada bangunan yang melakukan penghijauan pada tata tapaknya dibanding pada roof garden-nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar