Rabu, 02 Juli 2014

Sketsa : "JURNAL ILMIAH" PERTAMAKU :)

Kala mengikuti mata kuliah Apresiasi Arsitektur, saya mendapatkan tugas besar (tugas akhir) untuk membuat ulasan mengenai konstruksi bata bidang sudut Gapura Wringin Lawang yang harus disusun dalam format jurnal ilmiah.

Di sini, saya mencoba untuk membuatnya berdasarkan format jurnal ilmiah di IPLBI, sesuai saran dosen saya. Senang sekali rasanya kala mengetahui dosen saya men-share cuplikan karya ini di facebook beliau. Yang paling membahagiakan hati yakni kala melihat siapa yang memberi komentar pada posting tersebut, salah satunya yakni Bapak Eko Prawoto :)

*****

Konstruksi Bata Bidang Sudut Gapura Wringin Lawang

Viola Malta Ramadhani | 3211100076

Mahasiswi Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,  Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Abstrak

Peradaban Majapahit bukanlah sebuah legenda yang tak ada habisnya untuk ditelusuri, salah satunya yakni mengenai peninggalannya. Diantara sekian banyak yang ditemukan yakni Gapura Wringin Lawang yang terletak di Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Meski dengan keterbatasan teknologi, bangunan berkontruksi bata merah tersebut masih mampu menunjukkan kedigdayaannya yang tersisa. Diantara beberapa penelitian yang pernah dilakukan, belum ada penelitian yang secara spesifik menjelaskan mengenai kontruksi bata bagian sudut “Candi” Gapura Wringin Lawang. Untuk itu diperlukan suatu metode ilmiah yang dapat menggali secara mendalam mengenai konstruksi bata pada bidang sudut Gapura Wringin Lawang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai konstruksi bata di bidang sudut Gapura Wringin Lawang. Metode yang digunakan yakni metode kualitatif berupa kajian literatur dan survei. Analisis dilakukan dengan mengkaji hasil data survei lapangan, literatur, dan dokumentasi yang ada. Dari hasil analisis diketahui bahwa Gapura Wringin Lawang menggunakan konstruksi batu bata merah yang disambung dengan teknik gosok. Hal tersebut dibuktikan melalui penyelesaian detail konstruksinya (tektonika), khususnya di bidang sudut. Namun, runtuhnya Wringin Lawang membuktikan bahwa bentuk raksasa susunan bata yang berproporsi ramping ternyata tidak terlalu awet.


Kata kunci : Konstruksi batu bata, Candi Wringin Lawang, situs majapahit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar