Kini aku tengah
menikmati segala yang tersaji dari balkon lantai dua Hotel Purnama. Hotel ini
berada di Batu arah ke Selecta. Fasad depannya khas bangunan tahun 80-an dengan
keramik warna terakota, dipermanis kesan hangat dari pendar kuning cahya
temaram. Sejauh yang aku ingat, hotel ini tidak banyak mengalami perubahan
tampilan fasad sepanjang 21 tahun usiaku. Hanya perubahan kusen yang
difinishing menjadi lebih natural, dari yang semula berwarna gelap. Bentuk
kusen juga menjadi lebih modern, namun bukan yang berkesan minimalis. Dalam
kamusku, ini terasa begitu hommy.
Itulah yang aku sukai dari hotel ini. Ia selalu sukses membuatku merasa nyaman
dan betah, meski tidak berdandan ‘wah’ laiknya hotel berbintang masa kini. Less is more!
Interior
kamarnya pun tetap seperti dulu. Keramik lantai putih berlurik ukuran 30 x 30
cm dengan paduan wallpaper putih
bertekstur yang juga melapisi plafondnya. List plafond kayu bercat kopi susu
mempercantik semua itu secara sederhana, namun tetap elegan. Itu belum selesai
sampai di sini. Permainan lampu pendar kuning dipadu karpet senada list
mempertegas kesan hangat yang ingin disajikan untuk mengimbangi dinginnya udara
Kota Batu. Benar-benar cocok bagi siapapun yang ingin mencari kenyamanan dalam
masa rehat dan bersantai bersama handai taulan.
Namun, bagi anda
para pemuja modernisasi tak perlu risau. Fasilitas-fasilitas di hotel ini sudah
banyak mengalami perubahan wajah menjadi lebih modern, seperti restoran dan
ruang spa-nya. Permainan geometri dan warna bidang plafond, serta sentuhan material
kaca dan kayu sukses membumbui rasa modern natural yang terkecap. Modern
biasanya identik dengan kesan angkuh dan individual, namun kemodernan yang ada
di sini tercipta atas rangkaian kesan kehangatan dan kebersamaan. Mungkin,
pemandangan langsung ke taman yang tertata apik menjadi jawabannya. Aneka bunga,
kebun binatang mini, dan alat permainan, dari jungkat-jungkit hingga papan
seluncur, memeriahkan suasana lansekap hotel. Yang menarik, di taman Hotel Purnama
tersedia papan catur dengan pion berukuran jumbo. Patut dicoba!
Selayaknya hotel
bintang 4, di hotel ini juga tersedia aneka fasilitas olah raga, seperti
lapangan tenis dan kolam renang. Biasanya, saat adik saya berenang, ibu saya
menunggu di salah satu restoran yang terletak di dekat kolam. Dari restoran,
ibu bisa langsung mengawasi adik saya. Kolam renang Hotel Purnama dilengkapi
dengan seluncur air yang dapat mengakomodasi segala usia.
Satu hal penting
lainnya kala menginap di hotel yakni kulinernya. Tidak lengkap rasanya
bercerita tanpa menyentil masalah perut. Saya akui, masakan di Hotel Purnama
cukup lezat. Satu yang terfavorit dari saya yakni ayam goreng menteganya.
Sungguh tiada duanya!
Jadi, tunggu apa
lagi?! Tidak ada salahnya anda mencoba untuk menginap di hotel ini. Saya harap,
anda dapat merasakan kesenangan yang saya dapatkan. Dari balkon kamar 8234,
saya akhiri secuil kisah ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar